Sudah membuat video YouTube tetapi bingung menentukan topik yang tepat? Salah satu cara yang bisa dilakukan sebelum membuat video adalah melakukan riset keyword YouTube. Dengan mengetahui apa yang dicari oleh penonton, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai topik, pertanyaan, atau masalah yang sedang ingin mereka temukan jawabannya.
Pada artikel ini, Nirwanapedia akan membahas cara riset keyword YouTube untuk pemula secara sederhana, mulai dari memahami keyword, mencari ide keyword, menentukan keyword utama, menemukan long-tail keyword, sampai menggunakan keyword tersebut untuk membuat judul dan konten video.
Apa Itu Keyword YouTube?
Keyword YouTube adalah kata atau rangkaian kata yang digunakan seseorang ketika mencari video di YouTube.
Contohnya, seseorang yang ingin belajar membuat channel mungkin mengetik:
- cara membuat channel YouTube
- cara membuat channel YouTube dari HP
- cara menjadi YouTuber pemula
- cara upload video YouTube
Kata atau frasa tersebut dapat menjadi petunjuk bagi creator mengenai apa yang ingin ditemukan oleh calon penonton.
Karena itu, sebelum membuat video, kamu tidak hanya perlu bertanya "video apa yang ingin saya buat?", tetapi juga bisa bertanya "apa yang sedang dicari oleh calon penonton saya?"
Mengapa Riset Keyword YouTube Penting?
Riset keyword bukan jaminan sebuah video akan mendapatkan banyak views. Namun, riset keyword dapat membantu kamu menemukan topik yang lebih sesuai dengan kebutuhan pencarian penonton.
YouTube menjelaskan bahwa sistem pencariannya mempertimbangkan beberapa hal utama, termasuk relevansi, interaksi, dan kualitas. Relevansi dapat dipengaruhi oleh seberapa cocok judul, deskripsi, tag, dan isi video dengan kueri yang digunakan penonton.
Artinya, memahami keyword dapat menjadi salah satu bagian dari strategi untuk membuat video yang relevan dengan pencarian.
Keyword Bukan Sekadar Memasukkan Kata ke Judul
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menganggap SEO YouTube hanya tentang memasukkan keyword sebanyak-banyaknya ke dalam judul atau deskripsi.
Padahal, yang lebih penting adalah membuat video yang benar-benar menjawab kebutuhan penonton.
Misalnya keyword yang ditargetkan adalah:
Jangan hanya memasukkan keyword tersebut ke judul. Isi videonya juga harus benar-benar membahas cara membuat channel YouTube menggunakan HP.
Dengan begitu, keyword, judul, dan isi video memiliki hubungan yang jelas.
Cara Riset Keyword YouTube untuk Pemula
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu gunakan untuk melakukan riset keyword YouTube.
1. Tentukan Niche Channel Terlebih Dahulu
Sebelum mencari keyword, tentukan terlebih dahulu niche atau topik utama channel. Ini akan membuat proses riset menjadi jauh lebih mudah.
Misalnya channel kamu membahas teknologi. Kamu dapat memulai dengan beberapa topik besar seperti:
- HP Android
- Aplikasi
- Komputer
- AI
- Tips teknologi
- Tutorial software
Dari topik besar tersebut, kamu kemudian dapat mencari keyword yang lebih spesifik.
2. Mulai dari Keyword Utama
Keyword utama adalah kata atau frasa yang menggambarkan topik video secara umum.
Contohnya:
- keyword YouTube
- YouTube SEO
- thumbnail YouTube
- cara membuat channel YouTube
- cara membuat Shorts
Jangan langsung mencari keyword yang terlalu panjang. Mulailah dari topik utama kemudian kembangkan menjadi berbagai variasi pencarian.
3. Gunakan Kolom Pencarian YouTube
Salah satu cara paling sederhana untuk mencari ide keyword adalah menggunakan kolom pencarian YouTube itu sendiri.
Ketik keyword utama secara perlahan dan perhatikan saran pencarian yang muncul. Saran tersebut dapat memberikan gambaran mengenai frasa yang berkaitan dengan pencarian pengguna.
Misalnya kamu mengetik:
Kemudian muncul beberapa variasi pencarian. Variasi tersebut dapat kamu catat dan gunakan sebagai bahan untuk mencari ide video berikutnya.
Perlu diingat, saran pencarian bukan berarti jaminan sebuah keyword memiliki volume pencarian tertentu. Gunakan saran tersebut sebagai sumber ide, kemudian lakukan pengecekan dan validasi lebih lanjut.
4. Perhatikan Keyword yang Lebih Spesifik
Setelah mendapatkan keyword utama, coba kembangkan menjadi keyword yang lebih spesifik. Keyword seperti ini sering disebut sebagai long-tail keyword.
Contohnya:
| Keyword Umum | Keyword Lebih Spesifik |
|---|---|
| YouTube SEO | cara SEO YouTube untuk pemula |
| thumbnail YouTube | cara membuat thumbnail YouTube di HP |
| channel YouTube | cara membuat channel YouTube dari HP |
| YouTube Shorts | cara membuat YouTube Shorts untuk pemula |
Keyword yang lebih spesifik biasanya membantu kamu memahami dengan lebih jelas apa yang sebenarnya ingin dicari oleh penonton.
5. Lihat Hasil Pencarian YouTube
Setelah menemukan keyword, masukkan keyword tersebut ke pencarian YouTube. Perhatikan video yang muncul di halaman hasil pencarian.
Jangan hanya melihat jumlah views. Perhatikan juga:
- Topik yang dibahas.
- Judul video.
- Thumbnail.
- Sudut pembahasan.
- Video terbaru dan video lama.
- Pertanyaan yang belum dijawab dengan baik.
Tujuannya bukan menyalin video orang lain. Justru gunakan hasil pencarian untuk mencari celah atau sudut pembahasan yang bisa kamu buat lebih baik.
6. Cari Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Selain keyword berbentuk kata pendek, cari juga keyword yang berbentuk pertanyaan.
Contohnya:
- bagaimana cara membuat channel YouTube?
- kenapa video YouTube tidak ada yang menonton?
- berapa subscriber untuk monetisasi YouTube?
- apakah video AI bisa dimonetisasi?
- cara mendapatkan 1.000 subscriber bagaimana?
Keyword berbentuk pertanyaan sangat berguna untuk membuat konten tutorial, edukasi, dan problem solving.
Cara Menentukan Keyword Utama untuk Sebuah Video
Setelah melakukan riset, jangan memasukkan terlalu banyak keyword utama ke dalam satu video. Sebaiknya tentukan satu topik utama yang benar-benar ingin dijawab.
Misalnya kamu menemukan beberapa keyword:
- cara membuat channel YouTube
- cara membuat channel YouTube dari HP
- cara menjadi YouTuber pemula
Jika isi video fokus pada proses pembuatan channel menggunakan smartphone, maka keyword yang lebih spesifik seperti "cara membuat channel YouTube dari HP" bisa menjadi pilihan keyword utama.
Keyword lainnya dapat digunakan secara natural sebagai keyword pendukung selama masih relevan dengan isi video.
Keyword Utama dan Keyword Pendukung
Dalam satu video, kamu dapat membedakan antara keyword utama dan keyword pendukung.
| Jenis | Contoh |
|---|---|
| Keyword Utama | cara riset keyword YouTube |
| Keyword Pendukung | riset keyword YouTube untuk pemula |
| Long-tail | cara mencari keyword YouTube agar video mudah ditemukan |
Apakah Keyword Harus Ada di Judul YouTube?
Keyword dapat digunakan dalam judul jika memang sesuai dengan isi video. Namun, jangan membuat judul yang terasa dipaksakan hanya demi memasukkan keyword.
Judul sebaiknya tetap mudah dibaca manusia dan menjelaskan manfaat atau isi video.
Contohnya:
Keyword YouTube Cara Riset Keyword YouTube Keyword YouTube Pemula
Lebih natural:
Cara Riset Keyword YouTube untuk Pemula agar Video Mudah Ditemukan
YouTube sendiri menyatakan bahwa judul, thumbnail, dan deskripsi merupakan bagian penting dari informasi video yang membantu penonton memutuskan video mana yang ingin ditonton.
Apakah Keyword Harus Dimasukkan ke Deskripsi?
Deskripsi video juga dapat membantu menjelaskan kepada YouTube dan penonton mengenai isi video.
YouTube menyarankan penggunaan satu atau dua kata utama yang menggambarkan video dan menampilkannya secara menonjol dalam judul serta deskripsi. Deskripsi sebaiknya tetap ditulis secara natural dan benar-benar menjelaskan isi video.
Hindari memasukkan daftar keyword secara berulang-ulang hanya untuk mencoba memanipulasi pencarian.
Bagaimana dengan YouTube Tags?
YouTube masih menyediakan fitur tags, tetapi jangan terlalu bergantung pada tags sebagai strategi utama SEO.
Menurut dokumentasi resmi YouTube, tags terutama berguna untuk membantu ketika sebuah topik atau nama sering salah eja. Selain kondisi tersebut, tags memiliki peran yang relatif kecil dalam discovery video.
Tools untuk Riset Keyword YouTube
Ada beberapa tools yang dapat membantu proses riset keyword. Kamu tidak harus menggunakan semuanya sekaligus.
1. YouTube Search Suggestion
Gunakan kolom pencarian YouTube untuk menemukan variasi keyword dan ide pencarian yang berkaitan dengan topik.
2. YouTube Analytics
Jika channel sudah memiliki data, YouTube Analytics dapat memberikan informasi mengenai bagaimana penonton menemukan konten kamu. Data pencarian tersebut dapat digunakan untuk menemukan ide keyword dan topik berikutnya.
3. Google Trends
Google Trends dapat digunakan untuk membandingkan ketertarikan terhadap berbagai topik dan melihat bagaimana minat terhadap suatu pencarian berubah dari waktu ke waktu.
4. Keyword Planner
Google Ads Keyword Planner juga dapat digunakan sebagai salah satu sumber ide keyword. Namun, perlu diingat bahwa data pencarian Google tidak selalu sama dengan perilaku pencarian di YouTube.
Cara Riset Keyword YouTube Tanpa Tools Berbayar
Kalau kamu masih pemula dan belum ingin berlangganan tools SEO, sebenarnya kamu bisa memulai dengan metode sederhana.
- Tentukan satu niche.
- Tulis 5 sampai 10 topik utama.
- Masukkan topik tersebut ke pencarian YouTube.
- Catat saran pencarian yang relevan.
- Periksa hasil pencarian untuk setiap keyword.
- Cari pertanyaan yang belum dibahas dengan baik.
- Pilih keyword yang sesuai dengan kemampuan channel.
- Buat video yang benar-benar menjawab keyword tersebut.
Jangan Hanya Mengejar Keyword dengan Pencarian Tinggi
Salah satu kesalahan pemula adalah hanya mengejar keyword dengan potensi pencarian besar. Masalahnya, keyword yang sangat populer biasanya juga memiliki persaingan yang tinggi.
Untuk channel baru, keyword yang lebih spesifik bisa menjadi titik awal yang menarik. Misalnya daripada langsung mengejar:
kamu dapat mencari topik yang lebih spesifik seperti:
Dengan pendekatan seperti ini, kamu dapat membuat konten yang memiliki target penonton lebih jelas.
Keyword vs Search Intent
Selain mengetahui keyword, kamu juga perlu memahami search intent atau maksud di balik pencarian.
Misalnya keyword:
Orang yang mengetik keyword tersebut kemungkinan sedang mencari tutorial. Artinya, video yang berisi langkah-langkah membuat thumbnail lebih sesuai dibanding video yang hanya menjelaskan pengertian thumbnail.
Semakin baik kamu memahami maksud pencarian, semakin mudah menentukan format dan isi video yang sesuai.
Kesalahan Riset Keyword yang Sering Dilakukan Pemula
- Mengejar keyword yang terlalu luas.
- Memasukkan terlalu banyak keyword dalam satu video.
- Membuat judul yang tidak sesuai isi video.
- Mengulang keyword secara berlebihan.
- Hanya melihat jumlah views kompetitor.
- Menyalin judul channel lain.
- Tidak memperhatikan search intent.
- Tidak mengevaluasi data setelah video dipublikasikan.
Checklist Riset Keyword YouTube
Sebelum membuat video, kamu bisa menggunakan checklist sederhana berikut:
☐ Apakah keyword sesuai dengan niche channel?
☐ Apakah keyword benar-benar berhubungan dengan isi video?
☐ Apakah saya memahami maksud pencarian keyword tersebut?
☐ Apakah ada variasi long-tail keyword?
☐ Apakah saya sudah melihat hasil pencarian YouTube?
☐ Apakah video saya menawarkan sudut pembahasan yang jelas?
☐ Apakah judul tetap natural dan menarik?
Kesimpulan
Cara riset keyword YouTube sebenarnya tidak harus rumit. Untuk pemula, kamu bisa memulai dengan memahami niche, menentukan keyword utama, menggunakan pencarian YouTube, mengembangkan long-tail keyword, kemudian melihat hasil pencarian untuk memahami kebutuhan penonton.
Namun, keyword bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah video. YouTube juga mempertimbangkan relevansi, interaksi, kualitas, serta bagaimana penonton merespons video.
Karena itu, jangan hanya membuat video untuk mesin pencarian. Buatlah video yang benar-benar membantu atau menghibur penonton. Gunakan keyword sebagai cara untuk memahami apa yang dicari audiens, kemudian berikan jawaban terbaik melalui konten kamu.
FAQ Riset Keyword YouTube
Apa itu keyword YouTube?
Keyword YouTube adalah kata atau frasa yang digunakan penonton ketika mencari video atau informasi di YouTube.
Apakah riset keyword bisa menjamin video mendapatkan banyak views?
Tidak. Riset keyword dapat membantu menemukan topik dan memahami pencarian, tetapi tidak menjamin jumlah views. Performa video juga dipengaruhi oleh relevansi, kualitas, respons penonton, persaingan, dan faktor lainnya.
Apakah channel baru perlu melakukan riset keyword?
Sangat disarankan. Dengan melakukan riset keyword, channel baru dapat menemukan topik yang lebih spesifik dan memahami apa yang mungkin dicari oleh calon penonton.
Apakah keyword harus ada di judul video?
Keyword dapat digunakan dalam judul jika relevan dengan isi video. Namun, jangan memaksakan keyword hingga membuat judul sulit dibaca. Judul harus tetap natural dan menarik bagi manusia.
Apakah YouTube Tags masih penting?
Tags masih tersedia, tetapi YouTube menjelaskan bahwa tags memiliki peran yang relatif kecil dalam discovery dan terutama berguna untuk membantu menangani kesalahan ejaan atau variasi tertentu.
Berapa banyak keyword yang harus digunakan dalam satu video?
Tidak ada jumlah keyword wajib yang harus digunakan. Lebih baik fokus pada satu topik utama dan beberapa istilah pendukung yang memang relevan dengan isi video daripada memasukkan banyak keyword secara berlebihan.
Penutup
Jika kamu sedang membangun channel YouTube dari nol, mulailah membiasakan diri melakukan apa yang kamu sukai terlebih dulu.